Sebuah Khayal

27 Desember

Kadang aku berkhayal.
Bagaimana jika ada sebuah tombol dalam kepala kita, manusia.
Seperti tombol 'Delete' di keyboard


Tombol yang akan menghapus segala kenangan.
Agar perpisahan tak lagi menyakitkan, tak lagi menyesakkan,
dan tak perlu juga mengundang air mata,
atau menyisakan duka.




Karena tak jarang duka itu bertumbuh menjadi luka
luka yang begitu perih, membekas, tak terlupakan.

Dan lebih tak jarang lagi, perpisahan tiba tak dinyana.
Begitu mendadak, tanpa peringatan atau ancang-ancang.

Seakan-akan semesta punya dendam kesumat pada seseorang.
Hingga membuatnya menderita dengan menelan orang yang dia cinta.



Namun jika demikian, akankah ada kata 'kenangan'?
Karena aku pernah mendengar,
bahwa setiap manusia ada karena kenangan.
Manusia terbentuk dari kenangan yang melekat,menempel dalam tubuhnya,
mengalir dalam setiap degup jantung.
Menjadi sel yang tak bisa terpisahkan dalam diri.
Entah sebaik atau seburuk apapun kenangan itu.


Rasanya aku harus menarik kata-kataku tentang khayalan itu.
Karena hidup tanpa kenangan pasti akan begitu menyeramkan.
Begitu hampa, dan jauh lebih menyakitkan ketimbang harus mengulang kenangan
dan terjebak di dalamnya, yang hanya bisa dikenang.

Jika hanya ada kenangan yang manis-manis saja dalam benak,
apakah kita bahkan memahami arti 'manis' itu?
Jika hanya ada perjumpaan yang kita alami,
akankah kita tetap mampu menghargai arti dari sebuah perjumpaan?


Kita manusia lemah, tidak maha tahu seperti Dia.
Barang sedetik ke depan pun kita tak tahu yang akan terjadi.



Semua yang ada di alam semesta
diciptakan berseberangan, bukan?
Ada siang, ada malam.
Ada mentari, ada purnama.
Ada perjumpaan, ada perpisahan.

Dan semua saling berkaitan satu sama lain.
Ada karena yang lain.
Dan keberadaannya lebih berharga karena ada yang lain.



Selagi hari masih terang, nikmatilah sinar mentari
yang hangatkan raga, hingga jiwamu.
Sebelum senja datang menenggelamkannya.

Selagi purnama ada, nikmatilah keindahannya dari bumi,
bersama siapapun yang kau kasihi.
Sebelum fajar menyingsing, merebut singgasana-nya.





22.42
Desember 2018

You Might Also Like

0 komentar

Music

nlart · Maru