Mengecewakan

07 September

Apalah arti sebuah kata?

Tak sedikit orang beranggapan demikian.
Hingga dengan mudahnya mereka berkecap, sampaikan kata.

Mungkin bunyinya hilang begitu saja dalam sekian detik,
namun tidak dengan maknanya.




'Oke, aku ikut besok.'
Beberapa kata mungkin tampak sederhana, remeh, tidak berguna.
Tapi, kata punya kuasa membangun harap dalam benak seseorang.


Pemberi Harapan Palsu tidak hanya ada dalam kisah cinta saja,
tapi juga dalam persahabatan, hubungan kerja, bahkan (kurasa) ada di hampir semua interaksi antarmanusia.

Memang, tidak ada kata 'janji' yang diucapkan secara gamblang dalam ujarmu.
Namun ucapanmu telah membangun harapan seseorang akan kehadiranmu di esok hari.
It's okay, jika keadaan mendadak berubah dan membuatmu tak bisa hadir.
Tapi kalau kau ulangi terus-menerus?

Memang, sekali lagi itu hal yang kelihatan remeh.
Bagi sebagian orang, iya. Dan sisanya, tidak.
Kata-kata yang kau ucapkan tanpa berpikir itu bisa saja menyakiti orang lain,
kata-kata yang kau ucapkan tanpa makna itu bisa saja menghancurkan orang lain,
dan dirimu juga sebenarnya.

Tidak ada yang mau percaya lagi dengan kata-katamu.


Jadi, berhati-hatilah.
Meski kita punya kebebasan asasi untuk berekspresi, berkata-kata.
Alangkah lebih baik jika semua itu kita lakukan secara bertanggung jawab.
Karena hal sederhana ini sebenarnya dapat menjadi cerminan, nilai bagi dirimu di mata orang lain.

Dalam kata-kata yang sederhana saja dia tidak bisa bertanggung jawab, apalagi jika dibebani tanggung jawab yang besar? Apakah ia sanggup?


Jangan suka mengecewakan orang. Tidak baik buat dirimu juga.

You Might Also Like

0 komentar

Music

nlart · Maru